SulutMaju. Com – Menyusul simpang siur informasi terkait aksi unjuk rasa di halaman Polda Sulut yang sempat mengaitkan nama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Ralfie Pinasang SH MH bersama Ketua BEM Unsrat Graciano Solideo Putra Saul menggelar jumpa pers bersama, Selasa (5/5/2026) untuk memberikan klarifikasi resmi dan meluruskan fakta di hadapan awak media dan publik.

Dalam pernyataannya, Ralfie Pinasang didampingi mantan Dekan Fisip Unsrat Philep Regar menegaskan, setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi mendalam ke seluruh fakultas, unit kerja serta organisasi kemahasiswaan, dipastikan aksi pada tanggal 30 April lalu tidak ada keterlibatan resmi dari pihak kampus maupun mahasiswa aktif.

Ralfie menyebut, hanya terdapat beberapa oknum individu yang ditenggarai dosen di salah satu fakultas di unsrat namun sebagian di antaranya bukan lagi bagian dari civitas akademika yang hadir dan sengaja mengaitkan nama kampus Unsrat untuk kepentingan tertentu.

“Kami kecewa sekali, karena isu yang seharusnya bisa diselesaikan lewat jalur dialog atau mekanisme hukum yang benar, malah dibawa ke jalan dengan cara yang provokatif.

“Ini jelas upaya mencemarkan nama baik Unsrat yang sudah dibangun puluhan tahun. Tidak ada surat izin, tidak ada mandat, dan tidak ada kesepakatan apapun dari pimpinan maupun organisasi resmi untuk mengatasnamakan kampus dalam aksi tersebut,” tegas WR III Ralfi Pinansang

Ia juga menjelaskan, seluruh tudingan yang dilontarkan massa seperti dugaan penyalahgunaan wewenang, masalah keuangan, hingga nepotisme sudah berjalan sesuai peraturan kementerian, telah melalui audit, dan setiap saat bisa dipertanggungjawabkan.

Kata Wakil Rektor III bahwa Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian BA Sompie juga telah membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa saja yang memiliki keluhan, asalkan disampaikan dengan cara dan prosedur yang benar.

Senada dengan itu, Ketua BEM Unsrat Solideo Saul kembali menegaskan sikap yang sebelumnya viral di media sosial. Ia menegaskan, seluruh organisasi mahasiswa resmi di kampus tidak memberikan dukungan maupun mandat apapun kepada pelaku aksi.

“Kami tegaskan, itu bukan suara kami, atau mewakili BEM, atau juga bukan suara organisasi kemahasiswaan apapun, Hak bersuara memang dijamin undang-undang, tapi jangan pernah gunakan nama besar kampus ini sebagai alat atau komoditas politik itu tindakan tidak bertanggung jawab dan merugikan kita semua,” pungkas Solideo didampingi pengurus BEM Unsrat.

Ia menambahkan, jika ada mahasiswa yang ikut serta, itu semata-mata tindakan pribadi, tidak mewakili kelompok apapun, dan akan ditindak sesuai peraturan disiplin kampus jika terbukti melanggar ketentuan. “Aspirasi itu berharga, tapi harus disampaikan dengan cara yang terhormat, sesuai koridor, dan tidak menyesatkan publik,” imbuhnya.

Di akhir klarifikasi, Ralfie Pinasang yang didampingi pak Philep Regar mengatakan pihaknya tidak tinggal diam. “Kami sudah kumpulkan seluruh bukti, dan jika diperlukan, akan mengambil langkah hukum tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti sengaja mencemarkan nama baik institusi. Kami tidak akan membiarkan Unsrat dijadikan sasaran kepentingan segelintir orang,” pungkasnya.(**).