SulutMaju.Com – Sidang Raya Kerapatan Gereja Protestan Minahasa(KGPM) Ke XXXV secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulut Dr Victor J Mailangkay SH MH, pada senin 29/6.2026 di kiawa resort Kawangkoan Utara Kabupaten Minahasa. Pembukaan Sidang Raya tersebut diawali dengan Ibadah yang dipimpin Ketua Majelis Gembala KGPM Gembala Vera Mamesah Lintong M.Th.

Pada kesempatan itu turut hadir Wakil Gubernur Sulut Dr Victor Johanes Mailangkay SH MH, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Sekertaris Umum MPH PGI Pendeta Dr Darwin Darmawan, Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gbl Dr Francky Rico Londa STh MA dan jajarannya, Ketua Majelis Gembala KGPM Gbl Vera Mamesah Lintong MTh, owner Resort Kiawa Joppy Lumintang bersama ibu, Penasehat KGPM, serta para Gembala KGPM, dan seluruh peserta.

Sidang Raya KGPM ke XXXV dipastikan dilaksanakan selama 5 hari (29-3juli) dihadiri kurang lebih 1.200 peserta dari 240 sidang otonom yang tersebar di Indonesia, hadir dalam pesta iman lima tahunan sekali.

Sidang Raya KGPM ini menjadi momen penting bagi KGPM untuk melakukan evaluasi pelayanan dan merumuskan kembali arah perjalanan Gereja ke depan di tengah tantangan zaman, sekaligus akan memilih kepengurusan Pucuk Pimpinan (PP) dan Majelis Gembala(MG) KGPM periode 2026–2031.

Sementara itu, Ketua Umum PP KGPM, Gbl. Dr Francky Rico Londa, STh, MA menyampaikan bahwa sidang raya ini merupakan perwujudan ketaatan iman Gereja kepada Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.

Mengangkat Thema segala sesuatu dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia, maka komitmen KGPM adalah Gereja yang Theosentris yang berpusat pada Allah Trinitas yakni Bapa, Anak dan Roh Kudus. “Maka penyelenggaraan Sidang Raya ini dijamin keberhasilan pada ALLAH itu Sendiri. Kiranya juga pada pembukaan hari ini yang sudah berjalan sangat baik, sukses dan lancar tetapi juga berharap dihari-hari kedepan akan memberi reaksi yang positip,trend yang konstruktif, yang semuanya itu akan bermuara pada keagungan dan kemuliaan nama Tuhan.” jelasnya.

Menurutnya sebagai Gereja kita harus mampu mengelola segala dinamika, karna KGPM adalah Gereja yang Reformis, Gereja Konggresional dan karna itu KGPM adalah Gereja yang dinamis, ” Maka Kita harus siap dalam rangka menjawab tantangan zaman dan selalu mengedepankan kepentingan kelembagaan Gereja diatas kepentingan pribadi dan kelompok, oleh sebab itu kita harus mengimani bahwa Tuhan yang menyelenggarakan persidangan ini maka Tuhan akan membuat semuanya baik dan indah seturut dengan kehendakNya.” kata Gembala Francky yang baru saja meraih Gelar S 3 Doktoral .

Terkait dengan sejumlah nominasi yang akan siap maju dalam pencalonan maka ada beberapa konsens yang harus digumuli bersama dalam rangka penyempurnaan peraturan Gereja KGPM, maka draf penyempurnaan peraturan sudah disusun bahkan sudah disosialisasikan dan forum Sidang Raya adalah forum tertinggi yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan dan ketetapan yang tertinggi hal-hal yang akan menjadi konsensus bersama seluruh peserta Sidang Raya. “Jadi nanti dilihat berdasarkan penyempurnaan peraturan Gereja nominasi-nominasi yang terjaring menjadi calon yang ditetapkan melalui forum persidangan ini.” pungkasnya(**)