SulutMaju.Com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di Lapangan Rektorat Kampus Unsrat, Selasa pagi.(20/5.2926). Dalam peringatan yang mengusung semangat kebersamaan ini, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangkitan untuk menjawab tantangan zaman dan memajukan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia di Indonesia.
Upacara peringatan ini dihadiri oleh jajaran Wakil Rektor, Dekan, pimpinan unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus. Dalam amanatnya yang dibacakan saat memimpin upacara, Rektor mengingatkan bahwa sejarah Kebangkitan Nasional yang dimulai dari berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 adalah bukti bahwa persatuan dan kesadaran bersama adalah kunci utama dalam meraih kemajuan dan kemerdekaan.
“Kebangkitan Nasional bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan semangat yang harus terus kita hidupkan setiap hari. Dulu, para pendahulu bangsa bersatu untuk meraih kemerdekaan. Kini, tugas kita sebagai generasi penerus dan insan akademik adalah bersatu untuk memajukan bangsa melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan inovasi,” ujar Prof. Oktovian BA Sompie.
Menurutnya, bagi dunia pendidikan dan khususnya Unsrat, semangat kebangkitan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata: meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat riset yang bermanfaat bagi masyarakat, serta membangun karakter mahasiswa yang tangguh, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
“Di era persaingan global ini, kebangkitan kita diukur dari kemampuan kita berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan negara. Unsrat berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan bangsa dan negara,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor Unsrat Prof Oktovian BA Sompie membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital(Menkomdigi).
Dalam penyampaiannya Rektor Sompie mengingatkan tema Harkitnas 2026 yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”mencerminkan semangat Ibu Pertiwi yang terus bergerak maju bersama melalui perlindungan terhadap generasi muda sebagai aset utama bangsa.
Tema tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kemandirian nasional sebagai fondasi negara yang berdaulat.
Disebutkan pula, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah disebut terus mendorong berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu program anyar adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Program tersebut dinilai menjadi bagian dari investasi besar negara dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Upacara Harkitnas pada masing-masing unit tersebut berlangsung lancar dan hikmat.
Lebih lanjut, Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momen Harkitnas sebagai titik tolak pembaruan semangat kerja dan pengabdian. Ia menekankan bahwa perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi pemisah, melainkan kekuatan untuk bersatu membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Unsrat tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti diskusi ilmiah, pameran inovasi mahasiswa, dan kegiatan sosial, yang semuanya bertujuan menanamkan nilai-nilai persatuan dan semangat berkarya di kalangan warga kampus.
Melalui peringatan ini, Unsrat kembali menegaskan peran strategisnya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berkompeten, tetapi juga menjaga dan menularkan semangat kebangkitan nasional demi kejayaan Indonesia.(**)

Tinggalkan Balasan