MANADO, SulutMaju. Com – Dekan Fakultas Pertanian sekaligus Guru Besar, Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si, Ph.D.mengapresiasi dan bersyukur kepada Tuhan karna kita bisa merayakan kegiatan selebrasi dies natalia fakultas pertanian Unsrat ke 66 Tahun dan kegiatan tersebut berlangsung dengan baik dan lancar.

” Kiranya kedepan Fakultas Pertanian semakin jaya dan berdampak bagi daerah Sulawesi Utara dan Indonesia.” ujarnya usai dies natalis selasa (26/5.2026)

Menarik dalam dies natalis ke 66 Tahun, disampaikan orasi ilmiah oleh jurusan Teknologi pertanian bidang program study Teknologi pangan, menurut prof Deddy mereka mengupas tentang dua produk lokal yakni pisang goroho dan gedi, dimana kedua produk ini punya antioksiden yang tinggi sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Prof Deddy mengungkapkan potensi besar dua komoditas asli Sulawesi Utara: Pisang Goroho dan Daun Gedi, sebagai kekayaan alam yang harus dikembangkan secara ilmiah dan berkelanjutan.

Ia mengatakan kedua tanaman ini bukan sekadar bahan makanan tradisional, melainkan sumber pangan, gizi, dan nilai ekonomi yang strategis, namun belum tergarap maksimal.

“Pisang Goroho dan Daun Gedi adalah identitas pertanian kita. Pisang Goroho bukan hanya camilan enak dicocol sambal roa, tapi memiliki kandungan karbohidrat, serat, kalium, dan vitamin yang sangat baik, bisa jadi pangan pokok alternatif maupun produk olahan bernilai jual tinggi. Begitu juga Daun Gedi, sering kita lihat di masakan, ternyata kaya antioksidan, zat besi, dan sangat baik untuk kesehatan, bahkan sudah dikenal luas hingga luar daerah,” ungkap Prof. Tooy.

Ia menambahkan, Fakultas Pertanian Unsrat berkomitmen meneliti, mengembangkan, dan mendampingi petani agar kedua komoditas ini tidak hanya dikenal lokal, tapi dibudidayakan dengan teknik tepat, dikemas secara modern, dan menembus pasar yang lebih luas—baik nasional maupun ekspor .

“Kita tidak boleh hanya bangga memilikinya, tapi harus berperan menjadikannya komoditas unggulan. Melalui penelitian, pengembangan bibit unggul, teknologi pasca panen, hingga inovasi produk turunan, Goroho dan Gedi bisa menjadi kebanggaan ekonomi Sulawesi Utara,” tegasnya.

Menurut Prof. Tooy, pengembangan kedua produk ini sejalan dengan tema Dies Natalis tahun ini: “Pertanian Inovatif dan Berkelanjutan Menghadapi Tantangan Pangan Global”. Fakultas Pertanian akan terus memprioritaskan penelitian berbasis kearifan lokal agar ilmu yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan menyentuh kehidupan masyarakat.

Sementara itu dies natalis dihadiri langsung Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian BA Sompie yang kemudian diapresiasi sangat baik. Rektor Unsrat sangat mensuport kedua komunitas lokal ” Pisang goroho dan daun gedi untuk dikembangkan budi daya dia komunitas lokal tersebut.” jelasnya.

Mewakili Gubernur Sulut kepala Badan Litbang Sulut Jani Nikolas Lukas, juga mengapresiasi dan bersinergi dalam rangka ketahanan pangan.

Dies natalis di ikuti Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian BA Sompie, Dekan Pertanian Priof Dr Ir Deddy Tooy Ph. D, Dekan Fisip Dr Ferry Liando, para dosen, guru besar dan civitas Pertanian dan mahasiswa Unsrat. (**)