SulutMaju. Com – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan perhatian serius terhadap adanya pengusulan tambahan belanja pegawai dalam usulan APBD. Sorotan tersebut mengemuka dalam rapat pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulut,Rabu (16/9/2026).
Amir liputo dan sejumlah anggota Banggar ikut mempertanyakan alokasi belanja pegawai yang mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan anggaran tersebut dinilai perlu dikaji secara mendalam agar tidak menggerus porsi belanja publik dan pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Banggar meminta TAPD memberikan rincian dan pertimbangan logis di balik melonjaknya angka tersebut.
Menjawab pertanyaan tersebut, TAPD Provinsi Sulut memaparkan sejumlah faktor utama yang menjadi pemicu membengkaknya alokasi belanja pegawai:
Pengangkatan dan Formasi ASN/PPPK Baru: Adanya penyesuaian gaji dan tunjangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru diangkat sesuai kouta dan kebijakan pemerintah pusat.
Kebijakan Pembayaran Tunjangan: Adanya pemenuhan kewajiban komponen belanja pegawai yang diatur secara regulatif oleh pemerintah pusat, seperti penyesuaian Gaji ke-13, Tunjangan Hari Raya (THR), serta tunjangan kinerja/keterikatan aturan baku lainnya.
Kenaikan Berkala dan Kenaikan Pangkat: Perhitungan akumulatif dari kenaikan gaji berkala serta kenaikan pangkat para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Pihak TAPD menegaskan bahwa penambahan ini bersifat comply (patuh) terhadap regulasi nasional dan merupakan hak pegawai yang wajib dianggarkan oleh daerah.
Meskipun memahami penjelasan dari TAPD, Banggar DPRD Sulut menegaskan akan terus mengawal dan melakukan efisiensi terhadap pos-pos anggaran lainnya. DPRD Sulut mengimbau Pemprov Sulut untuk tetap berhati-hati dalam memformulasikan anggaran agar postur APBD tetap sehat, berimbang, dan berfokus pada kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara.(**)

Tinggalkan Balasan